Ada pertanyaan menarik dari salah satu guru dari Ambon, “Apa yang membuat pak Rizqi sejauh ini bisa konsisten dengan Human Centered Education? “
Jawaban saya, “Karena saya ” beriman’ atau meyakini benar-benar tentang model pendidikan ini”
Keyakinan pada sesuatu adalah energi utama yang menggerakkan manusia. Apapun resiko yang akan dihadapi nanti karena pilihan pada keyakinan itu.
17 tahun lalu saya mengenal pendidikan yang berpusat pada manusia dari 3 orang guru terbaik saya. Ibu Anggernina, Ibu Ery Retno dan ustadz @irwanrinaldihakimi . Dan tidak perlu lama, saya yakin bahwa inilah pendidikan masa depan itu, karena pendidikan model ini pendidikan yang sesuai fitrah manusia. Saya haqqul yakin.
Sejak awal mengenal ini 17 tahun lalu, bukannya tidak ada halangan, banyak sekali. Bayangkan saja 17 tahun lalu kami sudah tidak menggunakan buku paket, tidak berseragam, tidak mengikuti kompetisi, tidak ada ranking, memberi ruang kemerdekaan pada siswa dan banyak hal lainnya yang berbeda dengan selera pasar dan keinginan penguasa.
Tapi, karena yakin, maka halangan bukannya membuat saya kemudian berpaling dan kemudian berkompromi, tapi yang saya lakukan ada terus menyuarakan apa yang saya yakini kebenarannya itu.
Teguran penguasa dan keinginan pasar adalah tantangan, bukan penghalang. Perlu cara untuk mendobraknya, bukan luluh dan kemudian ikut dengan selera. Ini memang tidak mudah. Tapi karena keyakinan, maka energi itu tetap akan ada.
17 tahun lalu, penguasa masih ingin ujian nasional, ingin kurikulum yang kaku, seragam, dan hal-hal lainnya. Dan tahun ini, semua mulai banyak berubah. Kebijakan mendekati apa yang saya dapat 17 tahun lalu. Orang tua usia mudapun mulai berpikir yang lebih esensi pada pendidikan, bukan sesuatu yang ribet dan kaku sepert 2 dekade lalu.
Teman, semua ini masalah waktu. Dan keyakinan itulah yang mengantar kita bisa bertahan hari ini.
Palangka Raya, 9 April 2022
#BabahAca
#HumanCenterdedEducation
#HumanCenteredLeadership