Harimau akan tetap mengaum karena induk harimau mengajarkan pada anaknya sebagai harimau. Anak harimau akan kehilangan skilnya sebagai harimau jika harimau itu jauh dari habitat dan ekosistemnya. Harimau hanya akan jadi tontonan sirkus ketika harimau hanya dididik sebagai harimau sirkus, bukan sebagai pemburu.
Kurang lebih begitulah yang terjadi pada anak-anak kita kelahiran 2000an. Kita melupakan mendidik mereka sebagai manusia yang utuh.
Mendidik anak-anak menjadi manusia utuh artinya orang tua mengajarkan kehidupan pada anak-anaknya. Menyelesaikan masalah bukan sekedar menyelesaikan tugas-tugas mata pelajaran.
Mendidik yang utuh artinya semua aspek yakni jiwa, raga dan otaknya kita jadikan sebagai prioritas, bukan parsial.
Tangguh seperti harimau, perlu waktu dan proses. Seekor harimau yang tangguh tidak tiba-tiba menjadi harimau pemburu yang tangguh. Tapi di situ ada proses “berdarah-darah” didikan dari induknya. Begitu juga anak manusia. Menjadi anak tangguh, tidak seperti strawberi butuh proses panjang dan melelahkan. Kadang anak perlu “berdarah” , ‘kecewa” , “bersedih”, jatuh dan kemudian bangkit kembali.
Pasar Besar Malam Hari, 7 April 2024
#BabahAca
#HumanCenteredEducation