Tahun 2014 di rangkaian workshop dan seminar yang diadakan oleh Akeswari di Bandung, ada hal menarik yang disampaikan oleh salah satu pembicara. Yakni tentang penelitian kemerosotan moral di Eropa dan Amerika. Sebelum revolusi industri, ayah adalah sosok yang mentransfer persoalan moral ke anak-anaknya. Mereka menceritakan kisah-kisah kepahlawanan dan kisah para nabi pada anak-anaknya.
Pasca revolusi industri, ayah menjadi sosok yang sibuk pada urusan pekerjaan dan menganggap urusan domestik bukanlah urusan laki-laki, tapi urusan istri. Bonding dan dongeng yang biasa dilakukan sebelum revolusi industri menjadi bukan sebuah hal penting lagi. Apa yang terjadi? Kemerosotan moral terjadi di mana-mana
Seide dengan penelitian itu, dalam buku berjudul Kecerdasan Moral. Micel Bolba mengungkapkan bahwa ada 5 hal yang menyebabkan krisis empati. Empati adalah pembangun moral selain nurani (fitrah) dan kontrol diri. Apa saja itu ? Selain karena tidak terlibatnya emosi dalam pengasuhan, ketidakterlibatan ayah juga dianggap sebagai runtuhnya empati anak.
Dalam penelitiannya, Prof Lacan menemukan bahwa kelekatan seorang anak dengan ayahnya berpengaruh pada kerentanan seseorang pada gangguan jiwa.
Ayah, adalah sosok yang cukup punya pengaruh dalam pengasuhan. Tapi, puluhan tahun ini sosok ini tidak terlalu berperan. Terlalu sibuk, menyerahkan semua urusan domestik pada istri, menganggap bahwa urusan pengasuhan dan pendidikan dasar ke bawah adalah urusan istri.
“Jika ingin merusak sebuah bangsa, merusak pemahaman ayah tentang pengasuhan dan keluarga adalah cara terbaik untuk itu” kata seorang pakar dalam keayahan.
Menteng, 9 November 2022
#BabahAca
#HumanCenterLeadership
#HumanCenteredEducation