Semua yang Dipaksa (Karbitan), Buruk Dampaknya

Belasan tahun lalu, banyak yang memberitakan keberhasilan Zhang karena mampu lulus S3 dalam usia yang sangat belia. Hampir semuanya memberi apresiasi. Saya tidak termasuk di dalamnya. Karena saya menyadari bahwa ini tidak “normal” , ada sesuatu yang tidak lazim. Meski, sebagian mengatakan bahwa Zhang bahagia.

Mengapa Zhang dulu terlihat bahagia dan sekarang seperti ini ? Jika kita bedah hierarki kebutuhan dasar menurut Maslow , kebutuhan dasar tahap pertama adalah fisik,  tahap kedua adalah rasa aman, ketiga cinta, keempat self esteem dan terakhir aktualisasi diri. Zhang terlihat nampak bahagia bukan karena aktualisasi diri tapi hanya karena memenuhi rasa aman. Karena orang tua hanya mengapresiasi apa yang jadi kehendak orang tua, bukan anaknya.

Kasus seperti Zhang ini banyak terjadi. Anak di usia yang sangat muda dipaksakan masuk sekolah, dipaksakan berprestasi di usia belia yang kemudian membuat dirinya matang sebelum waktunya, dengan resiko busuk sebelum waktunya pula. Jangan bandingkan dengan Natsir, Hatta dan Syahrir yang memimpin Indonesia di usia yang muda. Mereka ada karena cukup ditempa, bukan sekedar dikarbit. Apalagi jika karbitnya itu perubahan undang-undang.

Bojongsari, 30 Oktober 2023

#BabahAca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *