Ada seorang penceramah mengatakan, “Jangan beri anakmu pilihan, agar mereka terbiasa dengan ketaatan. Biarkan kita yang pilihkan karena kita tahu harganya, kita tahu jaraknya, kita tahu manfaatnya”
Pernyataan di atas bisa jadi benar, bisa jadi salah. Kita perlu melihat konteksnya. Tidak semua bisa dipukul rata seperti itu.
Islam itu agama yang sempurna. Islam juga agama yang fitrah dan menghargai akal manusia. Membiasakan bertanya pada anak ada sebagian masalah dunia adalah keterampilan yang dibutuhkan anak untuk masa dewasanya. Tak selamanya anak akan hidup bersama kita. Anak akan hidup bersama dunia mereka yang bisa jadi berbeda dengan dunia kita. Dan, memilih adalah sebuah keterampilan yang mereka butuhkan nanti. Karena bisa jadi di lingkungannya tidak semua berisi orang-orang baik seperti orang tuanya.
Mengajarkan keterampilan memilih bukan berarti orang tua memberi pilihan baik dan buruk, tapi orang tua memberikan pilihan yang baik dan baik. Misalkan, bukan pertanyaan mau nonton atau shalat ? Tapi, mau shalat sekarang atau 5 menit lagi ? Atau , shalat di masjid A atau masjid B ? Atau, makan soto atau rawon ? Bukan , makan soto atau mie instant ?
Anak yang terbiasa independen dan memiliki keterampilan memilih, cenderung mampu bertahan lebih baik dibandingkan anak-anak yang tidak terbiasa diajarkan keterampilan memilih.
Bojongsari, 31 Oktober 2023
#BabahAca