Transformasi Hari Ke 26 : Herbal vs Obat Kimia

Sekitar 1 bulan lalu, saya mendapatkan sopir gocar keturunan Chindo.

“Saya Pacinko pak, SMA 2 Jakarta” begitu kata pak sopir itu. Pacinko adalah singkatan dari pasukan China kota, merujuk pada orang-orang Chindo yang tinggal di sekitaran Glodok, dan SMA 2 adalah SMA yang mayoritas isinya adalah Chindo.

“Saya dulu kerja di toko obat China pak” kata sopir itu lagi

“Bapak shinsei ?” 

“Bukan, saya yang meracik obatnya, shinsei itu dokternya, tabibnya. Tapi kami belajar pak, belajar meracik, belajar dosis dll. Gak sembarangan kasi obat.” Lanjut dia.

Ya, tantangan saya sebagai pengidap DM dan penyintas jantung koroner adalah godaan untuk menggunakan pengobatan alternatif. Yang seringnya disarankan oleh orang-orang Herbalis dadakan. Yang belajar obat-obatan hanya dalam 1-2 hari kemudian mengaku sebagai Herbalis. Bisa jadi, bahan yang disarankan benar, tapi semua kan ada dosisnya. Tidak sembarangan. Seperti bapak sopir itu. Dia meracik berdasarkan ilmu, bulan testimoni atau kira-kira.

Menggunakan herbal sebagai pengobatan tidak salah. Yang salah itu jika menganggap bahwa herbal itu pasti tidak ada efek sampingnya, padahal semua bahan yang masuk ke dalam tubuh kita pasti ada efek sampingnya.  Kesalahan lainnya, resep dan dosis hanya berdasarkan testimoni, bukan eviden base. Ketiga, over klaim pada keampuhan herbal. Satu herbal bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Ini tentu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Berikutnya, menganggap obat-obatan kimia dari dokter pasti punya efek buruk. Padahal, efek samping yang ditulis itu adalah sebuah cara untuk melindungi pasien, dan berdasarkanpenelitian panjang. Jika ada yang mengatakan bahwa herbal efeknya tidak ada, pertanyaannya, betul tidak ada , atau belum ada penelitiannya ?

Untuk sehat itu perlu rasional, bukan emosional. Semua gunakan dengan bijak. baik herbal maupun obat2an kimia dari dokter. Semua ada ukurannya, ada pantangannya dan ada efeknya.

Bandara Cilik Riwut, 20 November 2023

#BabahAca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *