Pekan lalu, saya mencoba kereta whosh dari Halim ke Padalarang.
Nyaman, cepat.
Tapi, jika saya ditanya apakah perlu kereta ini ?
Jika alasannya agar Indonesia punya teknologi tinggi, juga untuk percepatan ekonomi, maka pertanyaan saya sebagai warga Kalimantan adalah
1. Hampir semua kota besar di Indonesia belum memiliki transporasi publik yang memadai, apakah pernah dihitung berapa efek ekonomi antara kereta cepat dan tranpott masal di kota-kota ? Mana yang lebih berdampak
2. Di luar pulau Jawa, hampir tidak ada akses kereta api. Kecuali sedikit di Sumatra dan beberapa km di Sulawesi Selatan. Jika kereta cepat whossh diprediksi bukan untuk cari untung, mengapa pemerintah tidak memprioritaskan pembangunan rel di luar pulau Jawa ? Kan sama-sama gak untung, tapi kalau di luar Jawa kan ada pemerataan akses nantinya.
3. Kereta whosh menggunakan dana apbn dan negara akan bayar hutang puluhan tahun dengan bunga cukup tinggi. Sedangkan akses kereta cepat itu hanya bisa dinikmati orang kaya dan warga negara yang tinggal di Jawa. Apakah adil kebijakan ini ? Seluruh rakyat akan bayar hutang ini, tapi akses hanya dinikmati segelintir orang.
Bus Transjakarta S21, 27 November 2023
#BabahAca