Juru Pungut, Pantaskah Hidup Mewah ?

Akhir tahun 2021, ada acara yang diadakan oleh sebuah lembaga zakat terbesar di Indonesia untuk para pimpinannya. Acara ini diadakan di Makassar. Semacam kegiatan untuk meningkatkan kapasitas para pemimpin.

Seorang pemateri, yang juga tokoh besar di dunia filantropi memberikan motivasi pada kami, “Saya ingin semua pimpinan ini bisa punya rumah layak dan mobil Pajero atau Fortuner, karena mobil ini adalah tunggangan Amil. Cocok untuk blusukan. Dulu, para Amil mengendarai kuda terbaik. Tapi, jangan sekali-kali bermimpi mengendarai Alphard, Alphard bukan kendaraan Amil , tapi Sultan. Mundur dulu dari Amil kalo ingin Alphard” 

Kalimat ini hingga sekarang terpatri di kepala saya. Sebesar apapun gaji seorang Amil, pantang bergaya hidup mewah. Alphard itu kemewahan. Mundur dulu dari Amil, baru beli alphard. 

juru Pungut, seperti Amil dan petugas pajak pantang hidup mewah memang, karena mereka hidup dari dari memungut harta dari sebagian orang yang bisa jadi bukan orang kaya. Bergaya hidup mewah yang belakangan ini ditunjukkan beberapa juru Pungut ini sebenarnya melukai perasaan dan kepantasan. Hidup mewah tak dilarang, tapi tak patut bagi seorang juru Pungut. 

Mungkin ke depan, perlu ada semacam kode etik bagaimana gaya hidup seorang juru Pungut. Jika tak mampu dengan kode etik itu, mundur adalah jalan terbaik.

Menteng, 4 Maret 2023 

#BabahAca

#JuruPungutJanganMewah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *