Sedikit itu Sunatullah

Saya yakin hampir semua pegiat sekolah “alternatif” merasa tidak mudah mendapatkan siswa. Jika Anda melihat grafik ini, maka sebetulnya kita gak perlu berkecil hati. Bahwa memang inovasi itu memang sedikit pengikutnya, bukan masal. Malah menjadi pertanyaan, jika Anda membangun sekolah dengan label “alternatif” tapi ternyata ramai peminat di awal-awal berdirinya sekolah. Karena yang namanya pembaruan, pastinya tidak mudah langsung diterima. Ketika di awal-awal banyak yang menerima, Anda patut curiga , jangan-jangan tidak ada pembaruan yang Anda lakukan. Tapi hanya hal biasa tapi dengan cover yang berbeda.

Ini sudah sunnatullah. Lihat saja bagaimana Rasul membangun peradaban baru di Makkah. Perlu belasan tahun hingga akhirnya Fathul Makkah. Rasul dan para sahabat awal adalah pembaharu (inovator), dan kemudian mereka meyakinkan lapisan berikutnya, dan lapisan berikutnya lagi dengan natural dan tentu dengan pertolongan Allah. 

Memang, dalam bisnis kita perlu membuat sustainability, tapi tentu tidak dengan menggadaikan idealisme pembaruan yang akan kita lakukan. Seharusnya, pengetahuan kita bahwa peminat sedikit di tahun-tahun awal itu maka strategi kita bukan menggadaikan idealisme, tapi memang merancang sekolah dengan sedikit murid dan sedikit guru.  

Bagi seorang inovator, kendala yang dihadapi bukan dianggap sebagai hambatan, tapi peluang baru untuk melakukan inovasi. Jadi, inovasi di dalam inovasi itu sendiri. 

Penting juga dipahami bahwa percepatan masing-masing lembaga dari tahap awal diterima oleh early adaptor (lihat grafik) hingga diterima oleh late majority tentu berbeda. Banyak faktor yang membedakan. Mulai dari sdm di lembaga, sumber daya lainnya hingga kultur masyarakat yang berbeda. Tugas Anda sebagai inovator adalah tetap melakukan inovasi, mempertahankan value atau idealisme organisasi dan bersabar dengan perubahan yang ada. Dan yakinlah bahwa bahkan hingga di akhir, akan tetap ada yang menolak (laggard) inovasi yang Anda terapkan, dan itu sunnatullah.

Menjadi sedikit itu Sunatullah dan tak perlu berkecil hati, karena kecil itu belum tentu dampaknya kecil, bisa jadi kecilnya kita punya dampak lebih besar daripada kerumunan.

Menteng, 6 Oktober 2023

#BabahAca

#HumanCenteredLeadership

#HumanCenteredEducation

#MentalHealthAtSchool

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *