Indonesia Timur Mengejar Ketertinggalan

Dua hari lalu, di berita sebuah stasiun TV Hyundai menyatakan akan mengejar ketertinggalan dari Toyota bukan dari mobil berbahan bakar, tapi melalui mobil elektrik. Hyundai merasa sangat sulit menyaingi Toyota di mobil konvensional, mereka merasa jauh tertinggal dibandingkan Toyota. 

Cerita ini saya sampaikan ke sekolah-sekolah yang mengikuti pelatihan dan pendampingan dari Edupro. Jika sekolah-sekolah di Maluku ini ingin mengejar ketertinggalan pendidikan dengan mengikuti hal yang mainstream yang ada di Indonesia bagian Barat, maka selamanya mereka akan tertinggal. Sumatera dan Jawa sudah berlari cukup lama dengan model pendidikan konvensional yang berlaku sekarang. 

Teman-teman di Maluku perlu berpikir seperti Hyundai. Membuat perubahan yang belum banyak dilakukan oleh sekolah-sekolah di Jawa dan Sumatera. 

Pendidikan berpusat pada manusia, bukan model yang mainstream di lembaga-lembaga yang ada di Jawa dan Sumatera. Sekolah-sekolah di Maluku bisa memotong kompas dengan lebih dahulu menerapkan model pendidikan ini yang di Jawa juga belum banyak diterapkan. 

Tujuh hari di Maluku, saya melihat bahwa perubahan pendidikan akan bisa lebih cepat terjadi di sekolah-sekolah ini. Semangat ingin berubah jauh melebihi keinginan sekolah-sekolah yang ada di bagian barat Indonesia. Maluku dan Papua adalah masa depan perubahan. 

Wayame, 19 Agustus 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *