(Kisah Nyata Konsistensi pada Esensi)
Agustus 2022, awal mulai pendampingan RA dan MI Mutiara Bangsa Ambon. Memang, sekolah ini sudah 2x saya kunjungi, yakni di 2018 dan 2020. Tapi, benar-benar pendampingan , mulai Juli 2022.
Agustus 2022 itu, saya menyampaikan tentang disiplin tanpa perlu adanya motivasi eksternal, tanpa hadiah dan hukuman. Hadiah dan hukuman menjadi khas di hampir semua sekolah di Indonesia. Disiplin ini sebetulnya hubungannya erat dengan pemenuhan kebutuhan dasar. Semakin terpenuhinya kebutuhan dasar, semakin baik pula perilaku siswa.
Kondisi di sekolah ini waktu itu. Banyak murid yang teriak ketika bicara, siswa berlari di dalam kelas, siswa memanjat lemari, duduk di meja dan hal-hal lain yang seharusnya tidak dilakukan.
“Kami orang Timur pak, biasa teriak”
“Ini anak-anak Ambon, bukan Jawa”
Ini adalah kepesimisan bahwa pendidikan tanpa hadiah dan hukuman adalah solusi bagi masalah-masalah yang ada.
Februari 2023, saya datang lagi ke sekolah ini. Ini adalah respon dari mereka :
“Tidak ada siswa yang memanjat lemari lagi”
“Mereka masuk kelas tanpa bel, cukup dipanggil dengan volume yang tidak tinggi”
“Sudah berkurang anak yang berlari di kelas”
“Guru lebih tenang mengajar, tidak perlu teriak”
“Siswa mulai mudah diatur”
Kemudian, saya tanya, apa penyebabnya perubahan ini .
Mereka dengan yakin mengatakan bahwa mereka sekarang fokus pada Esensi dalam pendidikan. Fokus pada kebutuhan dasar dan tahapan perkembangan anak. Mereka juga memahami bahwa semua perilaku anak, ada kebutuhan dasar yang melatarbelakangi.
Karena fokus pada Esensi, maka seluruh sumber daya dikerahkan untuk itu. Bagaimana kemudian mereka serius menyediakan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Adanya foot step untuk dinding yang biasanya dinaikin anak, pemasangan vestibular bridge di sekolah, adanya monkey bar untuk stimulasi otot anak, share tabel di dalam kelas, kursi yang lebih ergonomis, kelas yang ditata sesuai kebutuhan anak , bahkan hingga warna kelas yang netral yang tidak warna-warni. Dan tentu juga, model guru mengajar dan mendampingi siswa yang pelan-pelan berubah.
Tidak ada kesempurnaan memang, tapi perubahan kecil di Ambon ini membuktikan bahwa ketika sekolah fokus pada Esensi, maka efeknya adalah pada anak yang lebih teratur dan tenang.
Menteng , 4 Oktober 2023
#BabahAca
#HumanCenteredEducation
#HumanCenteredLeadership
#MentalHealthatSchool