Kami dan Hamas

Terus terang, bahwa sejak tahun 1995 saya terinspirasi dengan perjuangan para pejuang Hamas. Perjuangan Hamas ini sama dengan perjuangan rakyat Indonesia dalam mengusir penjajah. Di sini ada Panglima yang difabel bernama Sudirman, di sana ada Syeikh Ahmad Yassin.

Tahun 1997, saya memilih jurusan kuliah di Kimia UI juga terinspirasi pada syahidnya seorang pemuda Gaza,  mahasiswa Kimia yang jadi incaran militer Israel.

Tahun 2006 lahir anak pertama yang saya beri nama sama dengan nama roket Hamas, Qassam. 

Anak kedua, Qawwam diambil dari singkatan Hamas, Muqawwamah. Tsaura diambil dari gejolak revolusi di negara-negara Arab. Dan Gaza anak keempat diambil dari nama kota Gaza ketika Gaza diserang tahun 2014 dan lagi We Will not Go Down populer.

Perjuangan rakyat dalam membebaskan diri dari penjajahan selalu menjadi inspirasi bagi saya. Karena mereka seperti tidak punya urat rasa takut. Pun juga, perjuangan Bang Long di Rempang, rakyat kecil di Pulau Komodo yang ditindas dan seluruh perjuangan rakyat yang dijajah oleh negaranya sendiri di seluruh dunia.

Terminal WA Gara, 13 Oktober 2023

#BabahAca

#HumanCenteredLeadership

#HumanCenteredEducation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *