Gagal bukanlah aib sebenarnya. Tapi bagian dari sebuah proses. Semua orang pasti pernah merasa gagal. Bahkan bisa jadi, seseorang akan lebih sering merasakan kegagalan dibandingkan keberhasilan.
Menyiapkan kegagalan bukan berarti meminta seorang anak untuk gagal. Tapi menyiapkan landasan ketika seorang anak gagal atau jatuh.
Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menyiapkan kegagalan pada anak :
1. Siapkan diri kita
Sering terjadi kita tidak bisa menerima kegagalan karena kita takut untuk merasa gagal sebagai orang tua. Singkirkan ini dulu. Gagal atau berhasil adalah hasil akhir, orang tua hanya menyiapkan proses. Hasil Tuhan yang menentukan
2. Apresiasi prosesnya, bukan hasilnya
Sekecil apapun proses yang terjadi, berikan apresiasi yang patut. Bagi anak, apresiasi yang patut itu bagaikan energi yang dapat membantunya bergerak
3. Berikan empati ketika gagal
Gagal itu sesuatu yang menyakitkan bagi anak. Jangan tambahi dengan kritikan dan nasehat yang akan menambah lukanya.
Cukup katakan, “Ayah ada bersamamu” tanpa syarat apapun.
4. Jangan salahkan pihak lain
Ajarkan anak untuk menerima kegagalan itu bagian dari proses yang dilaluinya. Menyalahkan pihak lain hanya akan membuat anak tidak belajar untuk memperbaiki proses kesalahannya.
5. Berikan ruang untuk kesedihan
Jangan katakan, “Gitu aja kok”
Atau, “gak perlu sedih”
Memberikan ruang untuk kesedihan adalah sebuah proses yang natural bagi semua manusia. Anak perlu merasakan ini
6. Ajarkan untuk mencoba lagi
Ayah yang tidak mengkritik anak ketika gagal dan mendampingi anak ketika gagal akan membuat anak memilik keberanian untuk mencoba kembali .
Bagaimana dengan Anda? Bagaimana dengan sekolah Anda?
Ruang Tunggu FK UPR, 12 Oktober 2022
#HumanCenteredEducation
#HumanCenteredLeadership
#MentalHealthAtSchool
#BabahAca