Penuhi Kebutuhannya, Maka Kepercayaan Dirinya akan Timbul

“Bun, aku jemput bunda di bandara boleh ? ” tanya Gaza (9 tahun ) pada bundanya @fridaayunurhayati beberapa hari lalu, ketika Gaza tahu bahwa bunda akan pulang ke Palangka hari Rabu kemarin. 

“Bagaimana caranya nak ?”  Tanya bunda balik

Lalu, Gaza menjelaskan kalau dia akan pesan gojek dari hapenya untuk ke bandara, sepulang dia sekolah di Sahabat Alam  sekitar pukul 13. Dan dia akan menuju pintu keluar untuk menyambut bundanya.

Cukup detail dia menjelaskan bagaimana cara dia nanti akan menjemput bunda. Dan kemarin, dia lakukan skenario itu, dan…. Berhasil. Untuk anak usia 9 tahun, itu sebuah keberhasilan besar dan tentu akan menambah rasa percaya dirinya. 

Tentu ini bukan tiba-tiba. Tapi ini adalah hasil dari proses yang panjang. Bukan 1-2 tahun, tapi bahkan sejak Gaza ada dalam kandungan. 

Motivasi melakukan sesuatu adalah bagian dari fitrah manusia. Dan motivasi ini bisa muncul ketika Gaza mendapatkan rasa aman dengan hubungan yang baik dari keluarga intinya (relatednes), kemudian adanya pilihan dalam hidupnya, tidak melulu pilihan orang tuanya (autonomy) dan apa yang dikerjakan adalah sesuai dengan kemampuan dia (competence). Dan, apa yang dia lakukan kemarin dengan menjemput bundanya adalah sesuai dengan kompetensi dia, di usia 9 tahun. 

Ini yang kami yakini. Hingga, tak ada reward dan punishment dalam pengasuhan kami. Selama  3 unsur kebutuhan dasar itu terpenuhi, dan dengan cara yang benar, yakinlah bahwa anak akan termotivasi dengan sendirinya untuk melakukan sesuatu hal baik sesuai dengan keinginan dan kemampuannya. Anak juga akan paham mana yang baik, mana yang buruk. Secara fitrah juga akan terjaga.

Proses ini bukanlah proses yang sebentar. Pemenuhan kebutuhan, apresiasi pada hal-hal kecil, latihan traveling bersama dan hal-hal positif lainnya yang mampu kemudian membuat anak melejit seperti peluru.

Bojongsari, 2 November 2023

#BabahAca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *